Ilmuwan Temukan Cara Ampuh Sembuhkan Pasien Virus Corona CoViD-19



Hingga kini virus corona SARS CoV-2 atau yang lebih dikenal sebagai CoViD-19 adalah permasalahan global yang belum ditemukan solusinya. Vaksin pun belum juga ditemukan, maka sebagi alternatif kini pasien virus corona hanya diberikan obat yang direkomendasikan.


Namun, itu tidak menjamin kesembuhan pasien, pasalnya hingga kini setiap pasien bisa sembuh dengan cara beragam. Meski demikian, baik ilmuwan maupun dokter terus mencari solusi untuk memecahkan masalah soal virus corona CoViD-19.


Kabar baiknya, kini ilmuwan kembali menemukan cara ampuh untuk menyembuhkan pasien virus corona CoViD-19. Salah satu studi ilmuwan tahun 2020 yang terbit dalam Journal of the American Medical Association, menemukan bahwa ada cara lain untuk menyembuhkan pasien virus corona dengan mudah.


Cara menyembuhkan ini bukan menggunakan vaksin maupun obat namun dengan cara yang disebut sebagai convalescent plasma atau transfusi plasma darah dari penderita CoViD-19 yang sudah sembuh.


Nah, plasma darah membungkus sel darah. yang biasanya diserang CoViD-19, dan termasuk antibody, inilah yang digunakan layaknya sebagai layaknyai anti-serum.


Anti-serum adalah serum darah manusia atau bukan manusia yang mengandung antibodi monoklonal atau poliklonal yang digunakan untuk menyebarkan kekebalan pasif ke banyak penyakit melalui donor darah (plasmaforesis).


Sebagai contoh, serum yang disembuhkan, transfusi antibodi pasif dari orang yang pernah selamat dari manusia sebelumnya. Pada masa silam, inilah satu-satunya pengobatan efektif yang diketahui digunakanuntuk infeksi ebola dengan tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu 7 dari 8 pasien yang selamat.


Antiserum banyak digunakan di laboratorium diagnostik virologi. Penggunaan antiserum yang paling umum pada manusia adalah sebagai antitoksin atau antivenom untuk mengobati envenomation.


Terapi serum, juga dikenal sebagai seroterapi, menggambarkan pengobatan penyakit menular dengan menggunakan serum hewan yang telah diimunisasi terhadap organisme atau produk spesifik mereka, yang menurut dugaan penyakit tersebut dapat dirujuk.


Dengan tranfusi plasma darah dari pasien yang sudah sembuh, cara ini dinilai ampuh bahkan untuk menyembuhkan pasien dalam kondisi kritis sekalipun.


Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah, di mana sel darah ditutup. Sekitar 55% dari jumlah volume darah merupakan plasma darah.


Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon dioksida. Plasma darah juga merupakan medium pada proses ekskresi.


Plasma darah dapat dipisahkan di dalam sebuah tuba berisi darah segar yang telah dibubuhi zat anti-koagulan yang kemudian diputar sentrifugal sampai sel darah merah jatuh ke dasar tuba.



Plasma darah untuk penyembuh pesien CoViD-19


Maka sel-sel darah putih akan berada di atasnya dan membentuk lapisan buffy coat, plasma darah berada di atas lapisan tersebut dengan kepadatan sekitar 1025 kg/m3, atau 1.025 kg/liter.


Dalam penelitian itu ada sejumlah pasien dalam rentang usia antara 36-65 tahun. Di antaranya ada dua wanita, yang menerima ventilasi mekanik pada saat pegobatan, dan semua telah menerima antivirus dan methylplrednisolone.


Namun setelah melakukan transfusi plasma darah, 4 dari 5 pasien itu, suhunya berubah menjadi normal hanya dalam dua hari.


Sindrom Distres Pernapasan Akut (ARDS) juga sembuh pada 4 pasien dalam waktu 12 hari setelah tranfus. Kemudian 3 pasien disapih dari ventilasi mekanik dalam 2 minggu perawataan.


Dari 5 pasien, 3 pasien telah dipulangkan dari rumah sakit dengan lama perawatan berkisar 53 hari,  51 hari, dan ada yang 55 hari. Sementara dua pasien lainnya hanya dalam 37 hari setelah menerima tranfusi, dalam kondisi stabil.


Pengobatan dengan menyuntikan transfusi plasma darah ini digadang menjadi cara paling ampuh untuk menyembuhkan pasien virus corona CoViD-19 saat ini. Antibodi dan plasma darah atau serum dari orang yang telah sembuh dari infeksi Covid-19, ternyata bisa menambah imunitas pasien yang baru terinfeksi.


Diketahui, antibodi ini mengandung serum darah yang bisa menteralisir virus SARS yang dipercaya adalah awal mula CoViD-19. Namun penelitian ini masih terus memerlukan evaluasi dalam uji klinis, dan penelitian ulang yang lebih mendalam.


Meski demikian, setidaknya ini bisa menjadi harapan baru bagi kita semua untuk terbebas dari virus corona CoViD-19.


Di Indonesia, penelitian ini viral setelah seorang dokter sekaligus penulis, Dr Gia Pratama mempostingnya kembali dalam sebuah cuitan di Twitter Faheem Younus, Kepala Petugas Mutu dan Kepala Penyakit Menular di University of Maryland.


Dalam cuitannya, Faheem mengatakan saat ini pasien Covid-19 yang berhasil sembuh disuntikan dengan plasma darah pasien yang sudah sembuh. (berbagai sumber)


Pustaka:

intisarionline

intisari online,   https://indocropcircles.wordpress.com/2020/04/11/covid-19-belum-usai-flu-burung-ganas-h7n3-sudah-mengancam-dunia/

guardian.com

.theguardian.com, https://www.theguardian.com/world/2020/apr/07/plasma-from-coronavirus-survivors-found-to-help-severely-ill-patients

worldometers

.worldometers.info






Posting Komentar

0 Komentar