Warga Gunung Bukor Minta TNI AL Perbolehkan Warga Untuk Lakukan Penambangan Pasir

PASURUAN - Pertemuan warga Guntuk menindaklanjuti permasalahan tambang pasir dan paras antara warga dusun Gunung Bukor desa Sumberanyar Kec. Nguling Kab. Pasuruan dengan pihak TNI AL dilaksanakan di balai desa Sumberanyar. Jumat 14/07 pagi 08.00

Hadir dalam kegaiatan tersebut  Camat Nguling ( Bunardi  Kapolsek Nguling AKP Marwan IP, SH
Pasi Mind Puslatsus  Mayor Mar Triyono , Kasi Pam  Mayor Mar Joko Setyo, Danton Markas  Letda Mar Wantoso, PJ Kedes Sumberanyar Singgih Saiful R. SE serta Warga dusun Gunung Bukor

Pj Kades Sumberanyar Singgih Siful mengatakan dalam sambutannya bahwa pihaknya sengaja mengundang warga masyaraka dusun Gunung Bukor desa Sumberanyar dan pihak dari TNI AL untuk menindaklanjuti permasalahan tambang pasir dan paras yang berada di dusun Gunong Bukor,  Singgih berharap, baik warga masyarakat dan dari pihak TNI AL dalam pertemuan dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Bunardi, Camat Nguling menyatakan apapun nanti hasilnya adalah bukan dari Kecamatan  yang menentukan, camat berharap kepada  warga masyarakat dusun Gunung Bukor jangan sampai permasalahan nanti menjadi panjang mengingat 3 bulan lagi di kecamatan Nguling akan mengadakan pilkades serentak. Bunardi juga berharap pertemuan dapat menghasilkan titik temu yang bisa diterima baik warga dusun Gunung Bukor juga pihak TNI AL

Sementara itu Kasi Pam Mayor Mar Joko Setyo dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa pihak TNI AL mewakili komando masing-masing. " Komandan kami masih ada kegaiatan di Surabaya
," terang Mayor Joko Setyo.

"Undangan di Balai Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling, Kami anggap ini adalah rapat masalah penambangan pasir dan paras yang berada di dusun Gunung Bukor desa Sumberanyar, Bapak semua tahu sendiri bahwa tanah yang berada disini mulai dari berbatasan Kec. Nguling sampai Sedarum adalah milik TNI AL," lanjut Kepala Seksi PAM Mayor Marinir Joko.

"Kami tidak bisa memberikan kewenangan boleh tidaknya warga setempat untuk melanjutkan penambangan pasir dan paras tersebut karena itu adalah bukan kewenangan kami, " Sekali lagi karena keterbatasan kami mewakili kamandan kami,  Jadi kami tidak bisa memutuskan. Namun kami menerima masukan atau usulan dari masyarakat dusun Gunung Bukor dan kami berharap desa Sumberanyar ini bisa aman. Kami berharap kepada warga untuk bersabar karena kami masih menunggu keputusan dari atasan kami," tegas Mayor Joko

Diutarakan oleh warga yang yang hadir saat itu, dirinya mengharap pengertian dari pihak TNI AL supaya peduli kepada warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena warga bekerja sehari-hari dengan hasil 25 rb/hari cuma bisa menyambung hidup.

Warga bernama Sujono  menghendaki agar kegiatan pertambangan secara tradisional/ilegal tetap bisa dilakukan karena kegiatan tersebut sudah dilakukan mulai tahun 1980 dan merupakan salah satu mata pencaharian sebagian warga dusun Gunung Bukor

Warga lainnya,  Lasminto menyatakan sejak tahun 1902 masyarakat dusun Gunung Bukor mata pencaharian sehari-hari adalah pekerja tambang pasir dan paras. Lasminto berharap kepada pihak TNI AL, untuk peduli kepada warga mengingat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari saja rela bekerja seperti itu.

Sambutan Kapolsek Nguling AKP Marawan IP, SH mengatakan warga sudaah mendengar sendiri dari pihak TNI AL bahwa TNI AL tidak bisa memutuskan permasalahan ini karena masih menunggu dari Pimpinan pusat

"Kami berharap kepada warga dusun Gunung Bukor bisa bersabar agar permasalahan ini tidak jadi lebih panjang lagi, Kami selaku petugas keamanan berharap khususnya untuk desa Sumberanyar ini bisa aman," pungkas AKP. Marwan, SH (a)

Posting Komentar

0 Komentar